My Digital Portofolio: PKKMB Fakultas Kesehatan Unusa Materi 3

 

Materi III

Pemateri: Erricha Daring Irbah,S.Gz


Jadi Mahasiswa “Ready”: Hadapi Hoaks, Tantangan Zaman, dan Dunia Kerja

Di era digital yang serba cepat ini, mahasiswa – khususnya di bidang kesehatan – menghadapi tantangan besar: maraknya hoaks, rendahnya literasi digital masyarakat, dan kompleksnya isu kesehatan seperti stunting, obesitas, hingga gizi buruk.

Dalam sebuah sesi diskusi menarik, Erricha Darin menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki “Ready Mindset”: sikap mental yang siap menghadapi tantangan zaman, teknologi, dan dunia kerja. Apa saja poin pentingnya?


1. Lawan Hoaks dengan Literasi dan Edukasi

Banyak masyarakat lebih percaya pada broadcast WhatsApp daripada tenaga kesehatan. Maka, mahasiswa perlu cakap mengolah informasi dan berkomunikasi secara publik, termasuk lewat media sosial. Edukasi tak harus kaku—bisa lewat Instagram, TikTok, bahkan konten yang mengikuti tren, asalkan akurat dan positif.


2. Punya “Ready Mindset” Itu Seperti Apa?

Mahasiswa dengan “Ready Mindset” punya beberapa ciri utama:

  • Growth Mindset: Gagal itu proses belajar, bukan akhir.

  • Belajar Mandiri: Manfaatkan YouTube, webinar, Google Scholar. Jangan tunggu diajar.

  • Jaga Mental: Kuliah padat, tapi jangan lupakan self-care: olahraga, journaling, healing.

  • Kolaboratif: Belajar kerja tim lintas jurusan. Ini simulasi dunia kerja nyata.

  • Melek Teknologi: Kuasai tools dasar seperti Google Sheet, Canva, dan AI tools.


3. Aktif di Dalam & Luar Kampus

Ikut organisasi bukan cuma soal “sibuk”, tapi soal relasi dan pengalaman nyata. Relasi dari luar kampus bisa membuka jalan karier setelah lulus. Organisasi, kepanitiaan, komunitas, atau volunteer bisa melatih empati dan kepemimpinan.


4. Bangun Personal Branding Sejak Kuliah

Jangan tunggu jadi ahli dulu baru berbagi. Mulailah dari hal kecil—edukasi via konten, bantu teman adaptasi, atau berbagi pengalaman praktikum. Semakin banyak mencoba, semakin kamu tahu skill dan minat yang bisa dikembangkan lebih lanjut.


5. Kesimpulan: Mulai Aja Dulu

Tidak perlu langsung jago. Yang penting, mulai. Coba ikut webinar, lomba, organisasi, atau sekadar diskusi lintas jurusan. Masa kuliah adalah waktu terbaik untuk eksplorasi. Temukan kekuatanmu dan latih skill satu per satu. Karena dunia kerja nanti hanya untuk mereka yang siap!


Jika kamu mahasiswa kesehatan, pilih jadi yang “Ready”—yang tidak hanya menghafal teori, tapi juga berpikir:
“Apa yang bisa aku lakukan hari ini, agar bermanfaat bagi orang lain?”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Digital Portofolio: PKKMB Unusa Hari 1

Resume Artikel Dosen 'The 3rd NU ISoMLaTech: Memanfaatkan Bahan Alami dalam Bidang Kesehatan Melalui Pendekatan Nanoteknologi'